Penawar Hati yang Kusut

Obat hati ada lima perkaranya | Yang pertama, baca Qur’an dan maknanya | Yang kedua, sholat malam dirikanlah | Yang ketiga, berkumpullah dengan orang sholeh | Yang keempat, perbanyaklah berpuasa | Yang kelima, dzikir malam perpanjanglah – Tombo Ati, Opick (2005)

Ikhlas tentu berasal dari hati. Karenanya menjaga agar hati tidak ‘sakit’ sangat penting. Mengingat hati yang sakit akan sulit mengikhlaskan sesuatu. Namun bukan manusia namanya bila kita alpa dari penyakit hati. Sangatlah wajar bila kita merasa takut kepada mahluk, marah, bahkan sedikit sombong. Karena memang manusia bukan malaikat, kita dilengkapi dengan nafsu buruk. Tetapi, bukan berarti kita menjadi lalai dan lengah dalam mengelola hati. Justru kesalahan itu muncul guna memberi pelajaran bagi kita dan untuk diperbaiki. Bukankah sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang selalu membenahi diri. Salah satunya selalu membersihkan hati dari penyakit.

Sebuah lagu yang sempat tenar beberapa tahun lalu menyiratkan langkah-langkah sederhana untuk mengobati hati yang tengah sakit, misalnya dengan membaca Al-Qur’an. Karena memang pada hakikatnya Al-Qur’an diturunkan sebagai ‘obat’ hati yang sakit. Hal ini termaktub dalam firman Allah: Hai manusia! Sesungguh, telah datang kepadamu Al-Qur’an dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam hati dan petunjuk serta rahmat bagi orang beriman (Yunus: 57). Obat hati sangat kita perlukan, terutama saat kita mulai ‘loyo’ dalam melakukan aktivitas. Menjaga hati kita agar tidak kotor adalah langkah tepat agar zona ikhlas kita senantiasa mudah diakses.

Bahkan, bagi penulis buku Spiritual Excellence (2009) Nashir Fahmi penyakit hati ini jauh lebih destruktif ketimbang penyakit fisik. Pernahkan kita melihat seseorang yang mengidap kanker tetapi hidupnya selalu bahagia. Melalui optimism dan semangat untuk sembuh yang kuat, seseorang bisa bertahan dari penyakit ganas. Tapi bayangkan bila hatinya sudah tak punya semangat untuk hidup? Bisa jadi mereka memiliki tubuh sehat, kekayaan yang berlimpah, atau jabatan tinggi tetapi tak pernah bisa merasakan kebahagiaan hakiki. “Mereka terbelenggu dalam ikatan materi semata, bila yang mereka dapatkan hilang seketika maka orang seperti ini akan langsung stres.” Dengan kata lain, menjaga agar hati tetap sehat sama saja dengan membuat kita tetap sehat. Bila hati mulai sakit, ingatlah selalu untuk segera mengobatinya. Jangan sampai hati kita tertutup oleh penyakit, apalagi sampai mati. Coba bayangkan, bila kita tengan naik pesawat lalu GPS kita rusak? Ada dua kemungkinan: tersesat atau celaka. Naudzubillah.

Tunjukanlah kepada kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat. Bukan jalan mereka yang dimurkai (celaka), dan bukan pula jalan mereka yang sesat (Al Fatihah: 6-7).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s